Aliansi Warga Terate Gelar Aksi Damai di Kediri, Media Kediri Tangguh Sampaikan Permintaan Maaf dan Siap Koreksi Pemberitaan

Berita Krisnanewstv.com || KOTA KEDIRI – Ratusan anggota Aliansi Warga Terate menggelar aksi damai di depan kantor Media Kediri Tangguh di Jalan Semeru, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Selasa (14/7/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap pemberitaan yang dinilai tidak berimbang, berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, serta memicu keresahan di tengah masyarakat.

Massa mulai berkumpul di kawasan Bundaran Sekartaji sejak pukul 09.00 WIB sebelum bergerak menuju lokasi aksi sekitar pukul 11.30 WIB. Sekitar 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan membawa spanduk, banner, serta perangkat pengeras suara untuk menyampaikan tuntutan secara terbuka dan damai.

Aksi dipimpin Koordinator Ahmad Zuhrohzy bersama Sekretaris Andre Ashariyanto dengan pengamanan dari Polres Kediri Kota beserta jajaran sehingga kegiatan berlangsung tertib dan kondusif.

Dalam orasinya, salah satu perwakilan massa, Syaiful Iskak, menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang telah mengawal jalannya aksi. Ia juga meminta maaf kepada masyarakat dan pengguna jalan apabila kegiatan tersebut sempat mengganggu aktivitas maupun arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Menurutnya, Aliansi Warga Terate tetap menjunjung tinggi dunia jurnalistik serta menghormati insan pers sebagai salah satu pilar demokrasi. Namun, pihaknya berharap media tetap mengedepankan prinsip objektivitas, verifikasi, keberimbangan, serta profesionalisme dalam setiap pemberitaan.

Massa menyoroti pemberitaan terkait insiden pecahnya kaca rumah warga di wilayah Kediri yang menyebut nama organisasi PSHT. Menurut mereka, penyebutan tersebut dinilai belum melalui proses verifikasi yang mendalam sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Menurut salah satu orator, pihaknya telah melakukan konfirmasi internal dan tidak menemukan keterlibatan anggota organisasi tersebut dalam kejadian dimaksud.

Selain meminta klarifikasi dan penjelasan, peserta aksi juga meminta agar pemberitaan yang dipersoalkan ditinjau ulang serta dilakukan koreksi apabila ditemukan informasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Usai penyampaian aspirasi, dilakukan dialog dan mediasi antara perwakilan massa dengan pihak Media Kediri Tangguh.

Dalam pertemuan tersebut, Pimpinan Redaksi Media Kediri Tangguh, Nanang Priyo Basuki, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan akibat pemberitaan yang dimaksud.

“Saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, baik organisasi, aparat keamanan maupun masyarakat Kota Kediri. Saya mengakui bahwa saya hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan dan kesalahan dan berharap peristiwa ini tidak memutus tali silaturahmi di antara kita semua,” ujarnya.

Pihak media juga menyatakan kesediaannya untuk melakukan penyesuaian serta menghapus seluruh pemberitaan maupun tautan yang menjadi keberatan sejumlah pihak di berbagai platform digital yang dimiliki.

Selain itu, Nanang mengaku sebelumnya tidak mengetahui adanya perbedaan kepengurusan dalam organisasi PSHT sehingga memunculkan kesalahpahaman dalam pemberitaan yang dimuat.

Menanggapi hal tersebut, Andre Ashariyanto, mengapresiasi sikap kooperatif pihak media yang bersedia melakukan klarifikasi, menyampaikan permintaan maaf, serta menurunkan seluruh pemberitaan yang menjadi polemik.

Menurutnya, penyelesaian persoalan melalui dialog dan komunikasi merupakan langkah terbaik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pertemuan akhirnya ditutup dalam suasana kekeluargaan dengan komitmen seluruh pihak untuk menjaga komunikasi, memperkuat sinergi, serta mempertahankan situasi Kota Kediri agar tetap aman, damai, dan kondusif.

Masyarakat diimbau untuk mengedepankan klarifikasi, komunikasi yang baik, serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan maupun konflik sosial di tengah masyarakat.(yns)