Niat Bakar Sisa Daun Tebu Berujung Petaka, Petani di Kediri Tewas di Tengah Kobaran Api

Berita Krisnanewstv.com || KABUPATEN KEDIRI – Niat membersihkan lahan dengan membakar sisa daun tebu (daduk) justru berakhir menjadi tragedi. Seorang petani Berinisial S, warga Dusun Minden, Desa Pamongan, Kecamatan Mojo, meninggal dunia setelah kebakaran melanda lahan tebunya di Dusun Jatimalang, Desa Kedawung, Kabupaten Kediri, Senin (6/7/2026).

Berdasarkan laporan Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih, peristiwa bermula sekitar pukul 10.30 WIB saat korban membakar sisa daun tebu kering. Di tengah cuaca yang sangat panas disertai embusan angin kencang, kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh area kebun hingga sulit dikendalikan.

Seorang warga bernama Kholil yang mengetahui aktivitas tersebut sempat mengingatkan korban agar menghentikan pembakaran karena kondisi cuaca dinilai sangat berbahaya. Namun, peringatan itu tidak dihiraukan.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Kholil kembali ke lokasi dan mendapati lahan tebu telah dilalap api. Sepeda motor korban masih terparkir di lokasi, tetapi pemiliknya tidak terlihat. Merasa khawatir, ia bersama perangkat desa melakukan pencarian.

Korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di tengah lahan yang terbakar dengan posisi seperti sedang bersujud. Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada Tim Damkar Pos Ngadiluwih, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Desa Kedawung.

Laporan diterima dari Kepala Desa Kedawung, Dedi Purwanto, sekitar pukul 13.45 WIB. Tim Damkar segera bergerak ke lokasi dengan satu unit armada dan empat personel. Setelah berjibaku memadamkan kobaran api selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 15.35 WIB sehingga tidak meluas ke area lain.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 65 ru lahan tebu hangus terbakar dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp130 juta. Musibah itu juga merenggut nyawa pemilik lahan yang diduga berupaya menghadapi kobaran api di kebunnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa membakar lahan, terlebih saat cuaca panas dan angin kencang, memiliki risiko yang sangat tinggi. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan serta selalu mengutamakan keselamatan diri agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Turut berduka cita atas wafatnya almarhum Sakrum. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.(damkarkabkdr/yns)