ETLE Handheld Diterapkan di Kediri, Pelanggaran Kasat Mata Masih Mendominasi

Berita Krisnanewstv.com || Upaya penegakan hukum berbasis teknologi terus dilakukan di wilayah Kabupaten Kediri. Namun demikian, pelanggaran lalu lintas yang terlihat secara langsung masih mendominasi, meskipun sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile handheld telah dioperasikan.

Pada Jumat (1/5/2026), Satuan Lalu Lintas Polres Kediri melakukan penindakan di dua lokasi berbeda, yakni di wilayah Pare dan Jongbiru. Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya 20 pelanggaran berhasil terekam melalui perangkat ETLE handheld yang mampu mendeteksi pelanggaran secara real time.

Berdasarkan hasil penindakan, jenis pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah pengendara yang tidak menggunakan helm serta pelanggaran terhadap rambu berhenti. Kondisi ini menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap aturan dasar berlalu lintas masih perlu ditingkatkan.

Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa masih tingginya pelanggaran kasat mata menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian.

“Pelanggaran seperti tidak menggunakan helm masih sering terjadi dan terekam melalui ETLE handheld. Ini menunjukkan bahwa kesadaran keselamatan berkendara masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penggunaan ETLE mobile tidak hanya difokuskan pada penindakan semata, tetapi juga sebagai sarana edukasi untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Dengan sistem berbasis bukti visual, proses penegakan hukum dinilai lebih transparan dan objektif.

Setiap pelanggaran yang terekam akan melalui tahapan verifikasi sebelum akhirnya diterbitkan surat konfirmasi kepada pemilik kendaraan sesuai prosedur yang berlaku.

Melalui penerapan ETLE handheld, diharapkan masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas. Pengendara diimbau untuk selalu mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm, serta menjaga ketertiban di jalan demi keselamatan bersama.(hms/yns)