YAKUZA MANEGES Satukan Ormas Besar di Surabaya, DGT Dorong Kolaborasi Humanis Lintas Elemen
Surabaya, 7 April 2026 — Suasana yang biasanya formal di lingkungan penegak hukum berubah hangat dan penuh keakraban. Di Kota Pahlawan, sebuah momen tak biasa terjadi: tokoh muda yang dikenal sebagai Den Gus Thuba (DGT) menginisiasi pertemuan lintas organisasi kemasyarakatan dalam balutan santai namun sarat makna.
Bertempat di ruang khusus milik Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Dr. Edy Herwiyanto, S.H., M.H., M.Kn. sejumlah pimpinan ormas besar tampak duduk berdampingan. Tak ada sekat, tak ada jarak. Cangkir kopi menjadi saksi cairnya komunikasi antar elemen yang selama ini jarang berada dalam satu forum yang sama.
Organisasi seperti Pemuda Pancasila, Madas, Mantra, Sakera, Jawara, hingga GRIB hadir dalam satu meja. Mereka bukan sekadar berkumpul, melainkan membuka ruang dialog yang selama ini terasa sulit terwujud.
“Kalau bukan karena DGT dan YAKUZA MANEGES, kita tidak akan bisa duduk bersama seperti ini—apalagi dalam satu ruangan di Polrestabes Surabaya,” ujar salah satu ketua ormas, disambut tawa hangat yang mencairkan suasana.
Momentum ini menjadi lebih dari sekadar pertemuan biasa. YAKUZA MANEGES, yang digagas DGT, disebut tengah bertransformasi menjadi wadah kolaboratif lintas sektor—menghubungkan jalur TNI, Polri, dan ormas dalam satu ekosistem komunikasi yang lebih terbuka.
DGT menegaskan, langkah ini bukan soal kekuatan, melainkan tentang membangun pemahaman dan sinergi.
“Biar mereka kenal, mengerti, dan paham apa itu YAKUZA MANEGES serta arah geraknya,” ucap DGT singkat namun tegas.
Dengan pendekatan humanis dan inklusif, pertemuan ini memberi pesan kuat: di tengah dinamika sosial yang kompleks, dialog dan kebersamaan tetap menjadi kunci. Surabaya hari itu bukan hanya menjadi saksi pertemuan, tetapi juga awal dari potensi kolaborasi besar yang bisa berdampak luas bagi stabilitas dan harmoni masyarakat.
Jurnalis: farids
