Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Kediri Kota, Pohon Tumbang Picu Kemacetan Dan Kerusakan Rumah

Krisnanewstv.com || KEDIRI KOTA – Fenomena cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang dan butiran es kecil melanda sejumlah wilayah di Kota Kediri pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB hingga 16.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah pohon tumbang, kerusakan ringan pada bangunan warga, serta gangguan arus lalu lintas.

Salah satu dampak paling terasa terjadi di Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di pertigaan Jetis Ngronggo. Pohon tumbang di lokasi tersebut sempat menutup sebagian badan jalan dan menyebabkan kemacetan selama beberapa menit.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota segera turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan arus kendaraan guna mengurai kepadatan lalu lintas. Langkah cepat ini membuat kondisi lalu lintas berangsur kembali normal.

Selain gangguan lalu lintas, hujan yang disertai angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, terutama pada bagian atap teras dan kanopi rumah warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri bersama masyarakat setempat langsung melakukan evakuasi pohon tumbang di berbagai titik.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa hingga pukul 16.30 WIB, penanganan telah dilakukan di sejumlah lokasi terdampak.

Tim SRU 1 menggunakan kendaraan D-Max menangani:

  • Jalan Urip Sumoharjo (4 titik) telah tertangani
  • Barat rel Taman Ngronggo telah tertangani
  • Jalan Sersan Suharmaji depan BRI Life RT 1 RW 5 telah tertangani
  • Kopi Tower Ngronggo
  • MI Miftahul Falah Manisrenggo
  • Jalan Harmoni/Karangpule Ngronggo
  • Lapangan Olahraga Manisrenggo
  • Jalan Guyangan Ngronggo

Sementara Tim SRU 2 menggunakan kendaraan pickup menangani:

  • Jalan Raung telah tertangani
  • Taman Banjarmelati telah tertangani

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel BPBD dan dibantu partisipasi warga sekitar, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat segera diminimalisir.

Peristiwa ini menjadi indikasi meningkatnya potensi cuaca ekstrem di wilayah Kediri dalam beberapa waktu terakhir.

Sebagai penutup, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu, menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan dan angin kencang, serta memastikan kondisi bangunan rumah aman untuk meminimalkan risiko kerusakan maupun korban jiwa.

Jurnalis: Mohamad Yunus