POS PANTAU BAJULMATI TAK SEKADAR SIAGA, TAPI UJIAN NYATA SINERGI DAN KESADARAN WISATA
Gedangan Krisnanewstv.com — Keindahan pesisir selatan Kabupaten Malang memang memikat. Namun di balik panorama eksotis itu, tersembunyi ancaman nyata: ombak ganas, arus kuat, hingga cuaca ekstrem yang bisa berubah dalam hitungan jam. Di titik rawan inilah, Pos Pantau Lintas Sektor Bajulmati berdiri sebagai benteng pertama keselamatan—bukan sekadar simbol, tapi ujian nyata kesiapsiagaan.
Memasuki tahun 2026, kolaborasi lintas sektor diperkuat. Perum Perhutani bersama Polsek Gedangan, Koramil, SAR PSR Malang Selatan, relawan, pengelola wisata, Pemerintah Kecamatan Gedangan, aparat desa, Posal TNI Sendangbiru, hingga Satpolairud Polres Malang turun langsung memperketat pengawasan sejak Sabtu (21/03/2026).

Namun pertanyaannya: cukupkah kehadiran pos dan personel tanpa kesadaran pengunjung?
Lebih dari Sekadar Pos, Ini Sistem Kewaspadaan
Pos Bajulmati tidak hanya berdiri sebagai bangunan penjagaan. Ia menjadi pusat kendali pemantauan terpadu—mengawasi arus laut, memetakan potensi bahaya, hingga secara aktif mengedukasi wisatawan yang kerap abai terhadap risiko.
Fakta di lapangan, Minggu (22/03/2026), masih ditemukan pengunjung yang nekat mendekati zona berbahaya meski telah dipasang rambu peringatan. Di sinilah tantangan sesungguhnya: antara kesiapan petugas dan kedisiplinan masyarakat.
Sinergi Kuat, Risiko Tetap Nyata
Langkah konkret terus dilakukan:
Aparat TNI-Polri memperketat patroli, mencegah aktivitas berisiko di area terlarang
Relawan dan tim SAR melakukan pemantauan intensif terhadap perubahan cuaca ekstrem
Tim medis Puskesmas Gedangan siaga untuk penanganan cepat kecelakaan laut
Koordinasi lintas wilayah memastikan akses jalur wisata tetap aman di tengah perbaikan infrastruktur
Namun demikian, potensi bencana hidrometeorologi di pesisir selatan tidak bisa dinegosiasikan. Kesiapsiagaan bukan pilihan, melainkan keharusan.
Peringatan Keras dari Lapangan
Ketua tim pengamanan Pos Bajulmati, Sutarto, menegaskan bahwa pengamanan intensif dilakukan pada periode 21–22 Maret dan 28–29 Maret 2026, selebihnya dilanjutkan secara mandiri oleh masing-masing unsur sesuai fungsi.
Sementara itu, Ketua SAR PSR Malang Selatan, Mbah Pireno, mengingatkan dengan tegas:
> “Kami tidak akan bosan mengimbau. Patuhi aturan, jangan abaikan cuaca, dan awasi anak-anak. Satu kelalaian kecil bisa berujung fatal.”
Keselamatan Bukan Tanggung Jawab Sepihak
Pos Pantau Bajulmati menegaskan satu hal penting: keselamatan di kawasan wisata bukan hanya tugas petugas, tapi tanggung jawab bersama.
Tanpa disiplin pengunjung, sekuat apa pun sistem pengamanan, risiko tetap mengintai. Edukasi terus dilakukan, namun kepatuhan menjadi kunci utama.
Komitmen: Wisata Aman atau Sekadar Ramai?
Dengan pemantauan 24 jam dan koordinasi intensif antar instansi, Pos Bajulmati berkomitmen menciptakan kawasan wisata yang aman, nyaman, dan tangguh bencana.
Namun publik patut bertanya:
apakah kesadaran wisata sudah sejalan dengan kesiapan petugas?
Jika tidak, maka keindahan pantai selatan bisa berubah menjadi tragedi yang berulang.
(Suryadi)
