Peninjauan Jembatan Rusak di Dusun Setono – Tales, Warga Harap Segera Ada Pembangunan

Berita Krisnanewstv.com || KEDIRI – Kondisi jembatan penghubung antar wilayah di Dusun Setono, Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, menjadi perhatian warga dan pemerintah desa setelah diketahui mengalami kerusakan cukup parah dan tidak lagi layak dilalui.

Peninjauan langsung terhadap kondisi jembatan tersebut dilakukan bersama Kepala Desa Tales Slamet Raharjo, Babinsa Ngadiluwih Hari Suryanto, Komandan Zein Muclasin, perangkat desa, serta sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan warga setempat, Senin siang, 9 Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan warga yakni Sukirman selaku RW 3 RT 2 Dusun Setono serta Mujiat selaku RW 4 RT 1 Dusun Setono yang menyampaikan langsung kondisi jembatan dan dampaknya bagi aktivitas masyarakat.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, jembatan yang selama ini menjadi penghubung antar wilayah dusun itu kini dalam kondisi rusak dan sebagian konstruksinya ambrol. Pembatas jembatan yang sebelumnya terbuat dari besi dan cor beton juga telah mengalami kerusakan. Untuk sementara waktu warga hanya memasang pengaman sederhana dari kayu dan bambu agar tetap bisa dilalui, meski dinilai sangat rawan dan berbahaya.

Jembatan tersebut memiliki lebar sekitar 3 meter dengan bentangan kurang lebih 7 hingga 8 meter. Dengan kondisi struktur yang telah melemah, jembatan dinilai perlu dibangun ulang agar lebih aman bagi masyarakat yang melintas.

Dalam koordinasi tersebut juga dibahas kemungkinan pengajuan pembangunan jembatan melalui program pemerintah, salah satunya melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) maupun program pembangunan infrastruktur lainnya.

Perwakilan warga RW 3 Dusun Setono, Sukirman, menyampaikan bahwa jembatan tersebut memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat setempat.

“Harapan kami tentu jembatan ini bisa segera diperbaiki atau dibangun kembali, karena jalur ini menjadi akses utama warga, termasuk untuk menuju lahan pertanian,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Mujiat selaku RW 4 RT 1 Dusun Setono. Menurutnya, keberadaan jembatan sangat membantu warga terutama saat musim panen tiba.

“Kalau musim panen, jembatan ini menjadi jalur utama untuk mengangkut hasil pertanian. Jadi keberadaannya sangat penting bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa jembatan tersebut pernah diperbaiki secara swadaya oleh warga pada tahun 2014. Namun seiring berjalannya waktu, pondasi jembatan terkikis aliran sungai sehingga kembali mengalami kerusakan dan ambles.

Jembatan ini juga menjadi akses utama penghubung antar wilayah di Dusun Setono serta jalur penting bagi aktivitas ekonomi warga. Tanpa adanya jembatan, masyarakat yang berada di sisi utara maupun selatan sungai harus memutar cukup jauh untuk menuju wilayah seberang.

Dengan kondisi tersebut, warga berharap pemerintah desa bersama instansi terkait dapat segera menindaklanjuti hasil peninjauan ini agar pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan.

Selain demi kelancaran aktivitas masyarakat dan akses pertanian, pembangunan jembatan juga dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan warga yang melintas setiap hari.

Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait agar pembangunan jembatan dapat segera diprioritaskan. Infrastruktur yang layak tidak hanya menunjang aktivitas ekonomi warga, tetapi juga menjadi faktor penting dalam keselamatan dan konektivitas antar wilayah.

Jurnalis: Mohamad Yunus