Dugaan Kekerasan di Lapas Kelas II A Kediri, Mantan Warga Binaan Alami Cedera Serius hingga Cacat Permanen
KEDIRI – Dugaan tindakan kekerasan terhadap warga binaan kembali mencuat. Seorang mantan warga binaan Lapas Kelas II A Kediri bernama Eka Faisol Umami (30) diduga mengalami kekerasan fisik saat masih berada dalam pengawasan pihak lembaga pemasyarakatan.
Berdasarkan informasi serta dokumen medis yang diperoleh, korban diduga mengalami tindakan pemukulan dan penyiksaan yang mengakibatkan patah tulang pada bagian kiri tubuhnya. Cedera tersebut bahkan disebut menyebabkan dampak serius hingga cacat permanen.
Peristiwa itu diduga terjadi ketika korban masih menjalani masa pembinaan di lingkungan Lapas Kelas II A Kediri. Dari informasi awal yang dihimpun, dugaan kekerasan tersebut disebut melibatkan oknum petugas pengamanan lapas, termasuk pihak yang memiliki kewenangan dalam pengawasan warga binaan.
Kasus ini memunculkan dugaan adanya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serta indikasi tindakan tidak manusiawi terhadap warga binaan yang seharusnya mendapatkan perlindungan selama menjalani masa pembinaan di lembaga negara.
Sejumlah pihak pun mendesak agar kasus ini segera mendapatkan perhatian serius dari aparat penegak hukum dan lembaga pengawas terkait.
Beberapa langkah yang diharapkan dalam penanganan kasus ini antara lain:
Melakukan penyelidikan secara transparan dan independen
Memberikan perlindungan hukum kepada korban
Menindak tegas pihak yang terbukti melakukan pelanggaran hukum maupun HAM
Kasus ini kini mulai menjadi perhatian publik. Penanganan yang profesional dan terbuka dinilai penting untuk memastikan keadilan bagi korban, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
Seruan Kemanusiaan
Segala bentuk kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi yang melanggar hukum serta nilai-nilai kemanusiaan tidak boleh terjadi di dalam institusi negara.
Penegakan hukum yang adil, transparan, dan akuntabel menjadi kunci untuk memastikan keadilan bagi korban serta mencegah peristiwa serupa terulang kembali di masa mendatang.(red)
