Santri Lirboyo Gelar Doa Bersama di Masjid Polres Kediri Kota, Serukan Jaga Marwah Kiai dan Pesantren
Berita Krisnanewstv.com

KEDIRI – Ratusan santri dari Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) Kediri Raya menggelar aksi damai dan doa bersama di Masjid Polres Kediri Kota, Kamis (16/10). Kegiatan tersebut merupakan bentuk keprihatinan serta solidaritas atas tayangan salah satu program televisi nasional yang dinilai telah melecehkan marwah para kiai dan pesantren.
Dalam pernyataan sikap resminya, HIMASAL Kediri Raya menegaskan empat poin penting. Pertama, mereka mengecam keras tayangan di stasiun televisi Trans7 yang dianggap tidak menghormati nilai-nilai luhur pesantren dan para kiai.
Kedua, HIMASAL menuntut permintaan maaf secara langsung dari pemilik Trans7, Bapak Senu Tanjung, kepada Romo KH. Muhammad Anwar Mansyur, sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Ketiga, seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan dan penyiaran video tersebut diminta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Keempat, HIMASAL mengajak seluruh media massa untuk lebih banyak menampilkan tayangan positif tentang kehidupan pondok pesantren, perjuangan para santri, serta nilai-nilai keislaman yang membangun moral bangsa.
Kegiatan doa bersama itu berlangsung khidmat dan damai, disertai harapan agar kejadian serupa tidak terulang. HIMASAL juga menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bentuk konfrontasi, melainkan upaya menegakkan kehormatan pesantren dan nilai-nilai Islam yang santun.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa media memiliki peran besar dalam membentuk persepsi publik. Setiap karya tayangan harus beretika, menghormati nilai agama, budaya, dan tokoh yang berjasa membimbing umat. Mari bersama menjaga kehormatan kiai dan pesantren sebagai penjaga moral bangsa.
Pewarta: Yunus
Jurnalis Krisnanewstv.com Kediri
