Sosialisasi Rencana Pengalihan Lalu Lintas Pembangunan Jembatan Bantur, Malang

Malang, Krisnanewstv.com – Pemerintah Kabupaten Malang bersama pihak kontraktor dan instansi terkait menggelar sosialisasi rencana pengalihan arus lalu lintas sehubungan dengan pembangunan Jembatan Bantur. Acara berlangsung pada Kamis (2/10/2025) di Direksi Keet PT Jaya Kontruksi-Sarana-Modern Joint Operation, Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur.
Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari survei pendahuluan jalan dan jembatan yang akan dijadikan jalur alternatif, menyusul rencana penutupan sementara jalur nasional Gondanglegi–Balekambang selama proyek berlangsung.
Pengalihan Arus ke Jalan Kyai Radiman
Dalam rapat, pihak proyek Paket Lot 16 B melalui pejabat komitmen mengajukan pengalihan arus kendaraan dari jalan raya utama menuju Jalan Kyai Radiman hingga Gapura Saman. Jalan sepanjang 1,56 km tersebut akan difungsikan sebagai jalur alternatif, meski terdapat 250 meter kondisi jalan rusak yang juga akan segera ditangani.
Proyek Strategis: Jembatan Baru Bantur
Pembangunan Jembatan Bantur sendiri direncanakan berlangsung Desember 2025 hingga Mei 2026. Jembatan baru memiliki panjang 18,5 meter dengan lebar 5 meter, menggunakan balok baja Habiem 700×300 dan lantai beton bertulang.
Langkah Antisipasi
Sebagai antisipasi, pihak kontraktor diminta:
Menyiapkan petugas di titik rawan macet,
Memasang banner imbauan pengalihan arus,
Melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat dan pemuda setempat,
Melengkapi petugas dengan alat komunikasi dan kendaraan derek jika terjadi gangguan.
Harapan Proyek
Agung, Pelaksana Lapangan Lot 16 B, menegaskan pembangunan ini penting untuk mendukung kelancaran akses.
“Hari ini kita sosialisasikan pengalihan arus lalu lintas demi kelancaran pembangunan Jembatan Bantur. Harapan kami proyek ini selesai tepat waktu, tanpa mengganggu akses warga maupun wisatawan,” ujarnya.
Kesepakatan Musyawarah
Hasil musyawarah menyepakati rencana pengalihan arus, dengan komitmen penyedia jasa memperbaiki kerusakan jalan pasca-proyek. Selain itu, akan dilakukan sosialisasi masif melalui media sosial dan media elektronik, khususnya untuk kendaraan besar seperti bus wisata dan tangki BBM yang menuju kawasan pantai Malang Selatan.
Reporter: Suryadi
Krisnanewstv.com
