Abdul Ghofur Dorong Pemuda Aktif di Era Digitalisasi untuk Perkuat Demokrasi

Malang, Krisnanewstv.com – Di tengah derasnya arus digitalisasi, peran generasi muda dinilai semakin krusial dalam menentukan arah pembangunan demokrasi bangsa. Hal inilah yang menjadi fokus utama Forum Group Discussion (FGD) bertema “Peran Strategis Organisasi Kepemudaan dalam Proses Pembangunan Demokrasi di Era Digitalisasi”, yang digelar Jumat (12/9/2025) atas inisiatif Anggota DPRD Kabupaten Malang, Abdyl Ghofur.

Dalam forum tersebut, Abdyl Ghofur menegaskan bahwa pemuda adalah agen perubahan yang adaptif, progresif, sekaligus motor penggerak transformasi sosial dan ekonomi. “Di era digitalisasi, tiap pemuda harus mampu memfilter informasi yang beredar, mengingat banyaknya hoaks yang berpotensi memicu keresahan. Pemuda harus bisa menjaga dirinya sekaligus masyarakat,” tegasnya.

FGD menghadirkan sejumlah legislator Kabupaten Malang sebagai narasumber, di antaranya M. Khoirun, SE (Fraksi Partai Golkar), Nurmutiah (Fraksi PKB), dan Zulham Mubarak (Fraksi PDIP). Acara dipandu Edy Purnomo, PLT Kasipem Kecamatan Bantur, bersama Iwan dan Edwin dari Dinas Kominfo Kabupaten Malang. Para peserta berasal dari Karang Taruna, Banser, serta berbagai organisasi kepemudaan.

Edy Purnomo, mewakili Camat Bantur, menekankan pentingnya peran pemuda dalam memanfaatkan teknologi untuk pembangunan desa. “Pemuda harus hadir sebagai pelurus informasi, sekaligus pelopor pembangunan berbasis digital,” katanya.

Sementara itu, Nurmutiah menggarisbawahi keterlibatan perempuan dalam forum-forum kepemudaan sebagai langkah penting di era globalisasi. M. Khoirun menambahkan, alokasi Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Malang pada tahun 2026 akan dibagi merata, 50 persen untuk infrastruktur fisik dan 50 persen untuk program non-fisik, termasuk pemberdayaan kepemudaan. Zulham Mubarak turut menjelaskan fungsi kerja masing-masing komisi, terutama Komisi IV yang membidangi kesejahteraan rakyat.

Menutup acara, Abdyl Ghofur menyampaikan apresiasinya terhadap kiprah pemuda yang telah mampu menampilkan karya hingga ke tingkat nasional. “Kegiatan hari ini bukan hanya diskusi, tetapi ajakan agar pemuda konsisten menjadi filter dan motor pembangunan demokrasi bangsa,” ujarnya.

(Suryadi)