Diduga Jadi ‘Kaki Tangan’ Pungli, Komite Sekolah di Kediri Didesak Bubar!

Kediri – Krisnanewstv.com
Praktik pungutan liar (pungli) kembali mencoreng dunia pendidikan. Kali ini, GPM Swahira dengan tegas menyerukan pembubaran seluruh komite sekolah dan madrasah di wilayah Kediri. Mereka menuding, komite bukan lagi mitra pengawas, melainkan telah berubah menjadi “agen pungli” berkedok kesepakatan.
Ketua GPM Swahira, Arif Fatikunnada, menegaskan bahwa komite sekolah kini justru menjadi aktor utama dalam maraknya pungutan liar, khususnya saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan penahanan ijazah siswa akibat tunggakan.
“Fungsi komite sekolah sudah menyimpang jauh. Mereka bukan lagi pengawas, tapi perpanjangan tangan untuk menekan wali murid membayar jutaan rupiah dengan dalih ‘kesepakatan bersama’. Ini penipuan terstruktur,” tegas Arif, Kamis (5/8/2025).
Pungutan dengan berbagai nama—mulai dari biaya masuk, seragam, sumbangan pembangunan, hingga “Parmas”—dinilai tak transparan dan cenderung memaksa.
Akibatnya, banyak orang tua dari kalangan bawah tertekan. Bahkan, ada yang menyerah dan menarik anaknya dari sekolah.

Gambar ilustrasi
“Anak petani gagal masuk MIN hanya karena tak mampu bayar biaya masuk. Ini jelas diskriminatif dan melanggar hak anak atas pendidikan,” lanjut Arif dengan nada geram.
GPM Swahira mengapresiasi madrasah yang telah mengembalikan pungutan kepada wali murid. Tapi, bagi yang belum, peringatan keras dilayangkan.
“Jika tidak dikembalikan, kami minta wali murid segera lapor. Kami siap mengawal sampai ranah hukum,” ujarnya.
Tak hanya itu, GPM Swahira juga mendesak Polres Kediri Kota dan Kejaksaan turun tangan menyelidiki aliran dana BOS dan pungutan-pungutan yang diduga diselewengkan.
“Ini bukan sekadar pelanggaran etika. Ini kejahatan terorganisir yang merampas hak anak-anak miskin untuk sekolah,” tandasnya.
GPM Swahira berkomitmen mengawal kasus ini sampai tuntas dan menyerukan satu hal yang menggema:
“Bubarkan komite yang jadi beban rakyat! Pendidikan bukan ladang pungli, tapi hak setiap anak bangsa.”
Pewarta team redaksi
Narasumber Arif
