Tragedi Longsor Tambang Gunung Kuda, Cirebon: 17 Tewas, Diduga Akibat Metode Penambangan yang Salah

Berita Krisnanewstv.com || CIREBON, JAWA BARAT – Tragedi tanah longsor terjadi di area tambang batu alam Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (30/5/2025) pukul 10.00 WIB. Peristiwa ini terjadi saat aktivitas penambangan sedang berlangsung dan mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Menurut data dari BPBD Kabupaten Cirebon dan Basarnas, hingga pukul 14.00 WIB, tercatat:

  • 17 orang dilaporkan meninggal dunia
  • 5 orang mengalami luka-luka dan telah dirawat di RS Arjawinangun
  • 3 orang lainnya masih dalam proses pencarian

Selain korban jiwa, kerugian material mencakup 3 unit alat berat ekskavator dan 6 unit mobil truk yang tertimbun material longsor.

Diduga Akibat Metode Penambangan yang Tidak Sesuai

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirto Yuliono, menjelaskan bahwa penyebab utama terjadinya longsor adalah kesalahan metode penambangan. Para pekerja melakukan penggalian dari bawah ke atas, bukan sebaliknya seperti ketentuan teknik tambang yang benar.

“Jenis batuan di lokasi tersebut seharusnya ditambang dengan pola terasering dari atas ke bawah. Sudah beberapa kali kami peringatkan, namun sayangnya tidak diindahkan,” jelas Bambang.

Bahkan sebelum insiden, pihak kepolisian sudah memasang garis polisi untuk menghentikan aktivitas penambangan. Namun peringatan itu tetap diabaikan.

Upaya Evakuasi Masih Berlangsung

Tim gabungan dari berbagai unsur masih terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi korban. Pihak yang terlibat antara lain:

  • Kantor SAR Bandung
  • BPBD Kab. Cirebon
  • Inafis Polresta Cirebon
  • Polsek dan Koramil Dukupuntang
  • Dinkes Kab. Cirebon
  • Camat Dukupuntang
  • Warga sekitar

Cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan, cukup mendukung proses pencarian. Namun, kondisi medan yang labil tetap menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR.

📝 Sumber: Pusdalops BNPB, BPBD Kab. Cirebon, Basarnas, Dinas ESDM Jabar
Jurnalis: Yns